<$BlogItemBody>
Read more! span.fullpost {display:none;}

Monday, October 30, 2006



MARI MENCARI KEBENARAN

Ini jaman modern; Jangan terlalu fanatik; Kita ini bangsa majemuk; Banyak agama lain di dunia ini; Islam itu tidak memaksa; Islam itu agama suci; Allah itu tidak membebani kecuali menurut kesanggupan; Allah itu Maha Pengampun; Saya cukup Islam biasa saja; Jubah ( Sebenarnya Jilbab) itu pakaian padang pasir; Saya tidak mau masuk aliran; Anda aliran apa?; Islam terlalu banyak aturan; Saya tidak tertarik untuk memperjuangkan Islam; Saya orang sibuk, tak ada waktu untuk belajar dan memperjuangkan Islam; Saya masih muda; Saya masih mau bebas; Syariah Islam terlalu kejam; Saya sibuk dengan pekerjaan saya, Saya sudah masuk organisasi lain (sekuler); Saya orang lemah; Saya tidak butuh Syariah, tapi saya butuh UANG; tegaknya syariah Islam tidak akan membuat saya kaya; Saya cukup dengan keadaan saya, tidak perlu ikut anda berjuang; Keluarga saya tidak mengijinkan saya ngaji; Ayah saja mengancam; Jubah (Jilbab) membuat saya tidak laku; jubah (jilbab) membuat saya ditolak perusahaan bergengsi; Saya takut dicap teroris; Saya ingin selesai kuliah secepatnya; Saya tidak suka sibuk; Saya tidak punya potensi seperti anda; Saya belum siap menegakkan Islam,,dst…dst….

Demikianlah statement-statement masyarakat, mahasiswa, pejabat-pejabat, pengusaha-pengusaha, karyawan-karyawan, artis-artis kita yang nyata-nyata mengaku beragama Islam. Tidakkah mereka berfikir bahwa Allah telah menyuruh kita untuk menegakkan hukum-hukumnya di dunia secara keseluruhan (kaffah)? Betapa banyak orang yang enggan mempelajari Islam hanya karena takut terjebak dengan aturan-aturan yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Padahal nyata-nyata Allah telah melaknat orang yang mempertuhan hawa nafsu termasuk dalam memilih aturan hidup. Betapa banyak orang yang ketika diajak kepada kebenaran, dengan berjuta alasan mencoba menolak kebenaran itu, padahal Allah telah menyatakan bahwa orang-orang yang menyimpang dari kebenaran adalah kayu api bagi neraka Jahannam. Betapa banyak orang yang menolak kebenaran padahal itulah yang akan mengantarkannya ke syurga yang penuh kenikmatan. Betapa banyak orang yang memiliki kekuasaan, kekuatan, kekayaan, kesehatan tetapi tidak mempergunakannya untuk Zat yang memberinya semua itu. BERFIKIRLAH WAHAI SAUDARAKU.

Sungguh suatu malapetaka besar seandainya tak ada segelintir orang yang sadar, yang sabar memperjuangkan agama Allah dengan mengorbankan harta, tenaga, waktu, pikiran, bahkan nyawa. IKUTILAH ORANG-ORANG INI, MEREKA ADA DI SEKELILING KALIAN. CIRI-CIRI : Perkataannya membuatmu mengingat Allah, mendamaikan qalbumu, memotivasi dirimu untuk taat kepada Allah, perkataannya merubah pemikiranmu dan membuatmu berfikir tentang kehidupan, masa depan (akhirat), peristiwa politik yang terjadi dan apa dibaliknya, mengajakmu untuk bersama-sama memperjuangkan syariah (agama Allah) untuk diterapkan secara keseluruhan.
MEREKA INILAH YANG AKAN MENGANTARKANMU MENDAPAT KERIDHAAN ALLAH DAN SYURGA.
SELAMAT BERFIKIR DAN MENCARI KEBENARAN. INGAT, ALLAH TIDAK AKAN MENYALAHI JANJI….!!


Saturday, October 07, 2006

E-Book

Friday, October 06, 2006

HITAM PUTIH DUNIA MAHASISWA

By : Sri Lestina

Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan banyak orang Banyak hal yang membuat predikat yang satu ini menjadi incaran dan rebutan bagi siapapun yang doyan kenikmatan dunia, antara lain memuaskan dahaga akan ilmu, atau ingin meningkatkan status sosial ekonomi kelak di kemudian hari, bahkan ada juga yang sekedar buat gengsi dan kesenangan. Berbagai alasan inilah yang kelak akan menentukan tipe mahasiswa apakah dia ketika berkiprah di bangku perkuliahan, di samping faktor lain yaitu pergaulan yang dipilih.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sebuah perguruan tinggi, yang terlintas dalam benak kebanyakan mahasiswa adalah bagaimana supaya dapat kuliah dengan baik, mencapai cita-cita yang sejak awal dibawa dari kampung atau tempat asal, seterusnya mendapat pekerjaan yang baik. Gambaran tentang kehidupan kampus yang sebenarnya masih tampak buram.
Tetapi apa yang terjadi kemudian, selang beberapa waktu kemudian terjadi perubahan seiring dengan perjalanan akademik mahasiswa. Setiap orang mulai memilih jalannya sendiri-sendiri. Apakah dari segi teman sepergaulan, termasuk kegiatan kampus apa yang dilakoni, juga di organisasi mana tepat berkiprah. Semua itu tergantung dari pemahaman dan idealisme masing-masing. Maka jadilah mahasiswa itu bergolong-golongan dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.


Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi informasi dan komunikasi yang mewarnai era yang serba cepat ini. Yang mengakibatkan merebaknya berbagai pemahaman dan ideologi atau pemikiran yang beraneka macam di kalangan mahasiswa. Kondisi ini, tak ayal mempengaruhi kelakuan mahasiswa itu sendiri beserta gaya hidupnya yang datang dari pemikiran yang dianutnya.


Pemikiran yang datang dari barat seperti paham kebebasan (liberalisme), hedonisme, sekularisme, kapitalisme dan sosialisme, termasuk pluralisme dan sinkretisme, mau tak mau harus dikonsumsi oleh berbagai kalangan Termasuk mahasiswa sebagai bagian dari target propaganda pemikiran tersebut. Yang kemudian memaksa banyak mahasiswa untuk berpaham machiaveli (menghalalkan segala cara) untuk mencapai segala keinginannya sebagai refleksi dari pemikiran-pemikiran ini. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Hidup dianggap syurga, kuliah dianggap tamasya dan melupakan alam yang kekal. Bergelimang dalam kesesatan, terperangkap dalam dosa. Mengejar kenikmatan sesaat. Walhasil, banyak mahasiswa yang terperangkap oleh kehidupan pragmatis.
Di tengah-tengah kehidupan kampus yang nyaris merampas seluruh waktu dan tenaga lebih-lebih materi. Kuliah yang harus tepat waktu, memburu dead-line tugas-tugas membosankan pemberian dosen, obrolan sia-sia dan menjemukan dengan teman se-gank. Belum lagi ditambah masalah pribadi dan keluarga. Semua itu nyaris membuat banyak mahasiswa enggan untuk melirik sisi lain dari kehidupan ini. Suatu dimensi kehidupan dimana yang menjadi target adalah keridhaan Allah dan alam akhirat. Yang familiar dengan sebutan hidup fii sabilillaah.
Tak bisa disangkal bahwa tidak semua mahasiswa terperangkap dengan fakta kehidupan. Banyak juga yang memilih untuk mempersembahkan diri dan hidupnya untuk menegakkan kebenaran, menjadi generasi peduli umat. Mengorbankan harta, kuliah, untuk tegaknya kalimat Laailaahaillallaah Muhammadurrasullullaah, sebagai suatu simbol kebenaran dan kemuliaan sejati. Berjuang membebaskan manusia dari segala pemikiran-pemikiran sesat, yang tak jarang datang dari kalangan mahasiswa teman sepergaulan.


Kehidupan kampus yang merupakan salah satu bagian dari proses kehidupan, ternyata mampu memberikan gambaran masa depan setiap personal yang terlibat di dalamnya. Ini bisa dilihat dari out put yang telah tercover menjadi sarjana. Jalan hidup yang dipilihnya rata-rata hanyalah melanjutkan aktivitas yang dibiasakannya ketika di bangku perkuliahan, demikian juga halnya dari segi pemikirannya. Benarlah sebuah maksim bahwa “Custom make all thing easy”, kebiasaan membuat segalanya mudah.


Oleh karena itu hendaklah mahasiswa sedini mungkin pandai-pandai mendeteksi exixtensi berbagai pengaruh yang setiap saat menyerang pemikirannya. Yang tentu saja pemikiran itu akan mempengaruhi pola kehidupannya, sekarang, dan nanti.

Tuesday, September 26, 2006

SANG PENAKLUK BISU

Oleh : Sri Lestina (English 03)

Kutatap kulitmu yang bersahaja
Yang seakan tak berharga
Kubuka helaianmu yang kumal
Seakan tanpa wibawa

Tetapi …
Terhenyak hati ini
Tergugah qalbu ini
Menjerit jiwa ini
Ya….Rabbi
Inikah perkataanmu yang agung?

Lembaran-lembaran agung…
Kubuka dan kubuka lagi
Hancur luluh hati ini
Remuk redam jiwa ini
Ya… Rabbi
Betapa lalai jiwa ini
Betapa kecil tubuh ini
Betapa berdosa….

Lembaran lembaran itu …
Kubuka dan kubuka lagi
Setitik embun menyapa sadarku
Menyapu bersih debu di dadaku

Lembaran lembaran suci….
Sepotong pisau menoreh dadaku
Menelanjangi isi qalbuku

Lembaran-lembaran bisu…
Tanpa pedang batu kau taklukkan
Tanpa suara manusia kau tundukkan
Tanpa api besi engkau cairkan

Karena engkau adalah
Karangan Sang Pencipta


* Sang Penakluk Bisu : Al-Qur’an

HAKIKAT KEHIDUPAN DUNIA

Dunia, yang secara nyata dapat dinilai oleh setiap orang yang dapat melihat sebagai suatu alam dimana kehidupan senantiasa berputar dengan segala kesenangan dan kepahitannya, gelanggang dimana manusia dilepas untuk memainkan peranan tertentu yang dipilihnya. Alam yang oleh sebagian besar manusia tertipu karenanya, terpedaya oleh kemolekannya. Sebenarnya apa sih hidup di alam dunia ini? Benarkah hakikatnya seperti zahirnya?. Untuk memahami hidup, tentu kita harus menilik kepada unsur-unsur yang terlibat di dalamnya yaitu siapa penciptanya, untuk apa diciptakan, dan bagaimana seharusnya kita hidup, dan bagaimana hubungan antara ketiganya pada sebelum dan sesudahnya.
Ketika kita memperhatikan alam, manusia, dan kehidupan, kita akan mendapatkan suatu yang sangat seimbang dan sempurna tanpa cacat. Sesuatu yang apik seolah-olah tak henti-hentinya diatur oleh sesuatu. Dan sesuatu itu tentunya adalah wajib adanya seperti wajibnya keberadaan seorang pembuat kursi atas sebuah kursi yang dapat kita indra. Dan sesuatu itu adalah mesti bersifat maha kuasa dan maha sempurna serta maha cerdas, dikarenakan terlihatnya ciptaan-ciptaan yang bergitu agung yang berada pada diri kita juga di sekeliling kita tempat kita menjalani kehidupan yang keberadaannya bergitu nyata. Allah-lah Zat Yang Maha Cerdas itu, yang telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, sebagaimana firman-Nya :
“Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (6 masa tertentu). Kemudian Dia bersemayam di atas arsyi,…” (Q.S Al-Hadiid : 4)

Ayat di atas menandakan bahwa Allah-lah pencipta langit dan bumi, termasuk kehidupan di dalamnya, dan tidak benar ketika ada orang yang mengatakan bahwa kehidupan ini ada dengan sendirinya atau teori-teori ilmuwan lain mengenai penciptaan alam semesta yang menampik keberadaan Allah sebagai satu-satunya yang terlibat dalam penciptaan itu, seperti pendapat para penganut paham Sosialis komunis. Kemudian ayat :

“Dialah Tuhan di langit dan di bumi. Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Q.S Az-Zukhruf :84).

Di samping sebagai pencipta, ternyata Allah jugalah penguasa langit dan bumi, hidup dan kehidupan.
Oleh karena kita sudah meyakini bahwa pencipta dunia beserta kehidupan di dalamnya adalah Allah Yang Maha Esa. Maka adalah hal yang mustahil apabila seorang kreator Yang Maha Cerdas tidak mengetahui hakikat ciptaannya beserta tujuan ciptaan-Nya. Seperti mustahilnya seorang perancang software tidak mengenal seluk beluk karyanya atau tidak mengetahui untuk aplikasi apa program yang telah dirancangnya dengan segala daya upayanya. Allah SWT sangat mengenal hakikat ciptaan-Nya yaitu kelebihan dan kelemahannya serta Dia juga mempunyai seperangkat tujuan atas karya-karya terebut, termasuk tujuan diciptakannya hidup dan kehidupan. Dalam firman-Nya :
“Hidup di dunia ini, tak lain hanya kesenangan dan permainan. Sesungguhnya kampung akhirat, itulah kehidupan yang sebenarnya. Jika mereka mengetahui” (Q.S Al-Ankabut: 64)
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia, hanya pergurauan, permainan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berlomba-lomba banyak pada harta benda dan anak-anak….hidup di dunia ini tak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (Q.S Al-Hadiid :20)
“Katakanlah, kesenangan dunia Cuma sedikit dan akhirat lebih baik bagi orang yang bertaqwa” (Q.S An-Nisaa’ :77)
Subhannallah, ternyata kehidupan dunia yang kita agung-agungkan tidak lain hanyalah gelanggang permainan. Yang namanya permainan, senang bukan senang benaran, susah juga bukan susah benaran. Ternyata pula bahwa ada alam lain yaitu alam akhirat yang lebih kekal dan itulah kehidupan yang sebenarnya.
Dunia hanya tipuan Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. Yang dinyatakan-Nya pada ayat lain yaitu :
“Tuhan yang menciptakan mati dan hidup, karena hendak menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya” (Q.S Al-Mulk: 2)
Ternyata hidup di dunia ini adalah salah satu fase kehidupan manusia menuju ke alam yang lain yaitu alam akhirat setelah sebelumnya mengalami kematian dan berdiam di alam barzakh (alam kubur).
“Katakanlah: Allah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghimpunkan kamu di hari kiyamat, yang tak ada keraguan padanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Q.S Al-Jatsiyah :26)
Alam yang akhirat mempunyai aturan main yang berbeda dengan alam dunia. Aturan main yang baku, yang telah di tentukan oleh penciptanya dan tak seorangpun yang kuasa mengubahnya. Yaitu bahwa orang yang beriman dan beramal saleh, menaati Allah dan rasul serta bertaqwa akan selamat dan dimasukkan ke dalam kesenangan abadi yaitu syurga.
“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh -tiadalah Kami berati seseorang melainkan sekedar tenaganya- mereka itulah penghuni syurga mereka kekal di dalamnya” (Q.S Al-A’raaf : 42)
“Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab dan tidak pula mereka berduka cita” (Q.S Az-Zumar :61)
Sebaliknya orang yang kafir, zalim, fasik, durhaka serta banyak dosa akan di masukkan ke dalam azab yang keras, dan abadi. Naudzu billah mindzalik. Sebagaimana firman-Nya :
“Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, mereka menjadi kayu api bagi neraka jahannam” (Q.S Al-Jin :15)
“Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal” (Q.S Asy-Syuuaraa : 45)
“Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya”(Q.S Al-Jin : 23)
Walhasil, ternyata kita hidup punya tujuan yaitu negeri akhirat, dan bagaimana hidup yang benar itu adalah hidup dengan menaati aturan Allah yang semuanya tercantum dalam Al-Quran Wassunnah. Di tangan kita sendirilah nasib kita, tergantung jalan mana yang kita pilih. Jalan ketaatan atau jalan kedurhakaan. Wallaahu A’lam.